Tampilkan postingan dengan label intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermezzo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2026

Mengapa Amerika disebut "negeri beras" dalam bahasa Jepang

 

By Addicted04 - Own work with Natural Earth Data, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=16937043

Para pembelajar bahasa Jepang tentu sudah mafhum bahwa nama-nama negeri asing (di luar Jepang) ditulis dalam katakana. Beberapa contohnya antara lain インドネシア (Indonesia)、ロシア (Rusia)、アメリカ (Amerika).

Namun, pernahkah kamu membaca sebuah berita di koran atau di situs Todaii dan mendapati nama 米国 —yang ternyata adalah Amerika? Kanji itu kalau diartikan secara harfiah bermakna "negeri beras". Lantas, kok bisa negara Amerika Serikat —yang makanan pokoknya jelas bukan nasi— malah disebut negeri beras?

Minggu, 22 Januari 2023

Beberapa tips baru dalam mengajar anak SMA

Image by standret on Freepik

Sudah lewat tengah malam dan saya yang belum bisa tidur ini malah kepikiran mau menuliskan sesuatu. Agar idenya tidak menguap begitu saja.

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat WA dari seorang HRD sebuah lembaga bimbingan belajar (LBB). "Halo kak, selamat kamu lolos administrasi. Berikut mohon dikerjalan test tulisnya." Saya lupa bahwa beberapa waktu yang lalu pernah mendaftar di sana, akhirnya teringat lagi. Hahaha sungguh sebuah kebetulan.

Lalu setelah mengerjakan apa yang ia minta kerjakan, saya pun mendapat WA lagi. "Selamat, kamu lolos tes tulis. Tahap selanjutnya microteaching pada hari Rabu, 18 Januari 2023 mulai pukul 19:30 dengan tema bebas. Waktu maksimal 15 menit. Link Zoom akan dikabarkan kemudian."

OK, dan saya mempersiapkan presentasinya.

Rabu, 28 Desember 2022

Kembali ke masa lalu, tapi tak bisa mengubah apapun: Resensi Novel Funiculi Funicula

Funiculi Funicula #1 dan #2 (dok. pribadi)
Ke masa lalu,
Mencoba ubah nasib
Namun tak mungkin.

Kembali ke masa lalu, menjelajah waktu dan memperbaiki kesalahan yang telah lampau adalah salah satu mimpi besar umat manusia. Berbagai karya fiksi menuliskan ide tersebut menjadi berbagai cerita dan prosa menggugah hati. Namun, apabila kamu diberi kesempatan itu, mampu berkelana kembali ke masa lalu dengan berbagai persyaratan aneh, apakah kamu tetap ambil kesempatan itu?

Minggu, 06 November 2022

Rutinitas menunggu Jumat

Ini malam minggu dan seperti biasa setiap lewat tengah malam pikiran selalu melayang ke mana-mana. Waktu telah menunjukkan pukul 00:08 ketika kalimat ini ditulis.

Hari ini telah terlewati sehingga tinggal 24 lagi akhir pekan ini akan berakhir.

*sigh*

Sebentar lagi hari Senin akan datang, sudah terbayang dari sekarang macetnya, cuaca panasnya selama di perjalanan menuju kantor, perjalanan yang memakan waktu setengah jam atau lebih, berkilo-kilometer hanya untuk menuju pekerjaan yang tidak benar-benar kau cintai.

Sesampailah di sana,

Kamu duduk termenung.

Sudah berapa banyak opportunity yang terbuang, atau sengaja dibuang oleh orang-orang jahat.

Selama 5 hari kerja ke depan, kamu akan dihadapkan dengan rutinitas yang membuang semua rasa keceriaanmu.

Kamu bukannya sedih, hanya saja tidak ada alasan untuk berbahagia.

Orang-orang hanya menyuruh bersyukur bersyukur saja. Coba sehari saja bertukar peran. Would you even last an hour?

Hari Jumat pun tiba dan datanglah kesempatan untuk sejenak keluar dari mimpi buruk ini, atau lebih tepatnya kenyataan buruk ini. Dan siklus akan berulang kembali.


Bogor,  6 November 2022

Lewat tengah malam dan berbagai macam  pikiran ajaib di dalamnya.




Senin, 17 Oktober 2022

Senin

Langit terbelah
Ikut meratap pilu
Tangisan hujan

Senin pagi, macet lagi, bunyi klakson bersautan tanpa henti. Arghhhh, belum apa-apa sudah terasa capek. Lagi-lagi aku harus menghabiskan lebih dari setengah jam untuk berangkat menuju pekerjaan yang tidak benar-benar aku cintai.

Rabu, 12 Oktober 2022

Tidak ada masalah dengan salam lintas agama, hanya saja...

 


"Assalamualaikum..., Selamat (pagi/siang/sore/malam), Shalom, Om swastiastu, Namo buddhaya, salam kebajikan."

 Entah dimulai sejak kapan salam lintas agama menjadi satu prosedur tetap bagi pejabat tuk membuka sambutannya. Menurut saya, sebenarnya sih tidak ada masalah dengan hal itu.

Apa yang terjadi 5 tahun mendatang?


Begitulah manusia
dan sifat dasarnya. Mereka takut akan masa depan, lebih tepatnya takut dengan berbagai macam ketidakpastian atasnya. Salah satu ketidakpastian yang kita takuti adalah nasib. Ia datang tanpa kepastian.

It is past midnight and I can't sleep.

Selasa, 11 Oktober 2022

Demotivasi itu apa sih

Setiap pagi kamu terbangun tanpa rasa semangat. Hari ini adalah hari yang sama. Seperti kemarin, dua hari sebelumnya, dan seminggu ke belakang. Menjemukan. Tidak ada gairah hidup. Hari-hari berlalu begitu saja. Tanpa passion.

Minggu, 09 Oktober 2022

Kita telah diperingatkan lewat Weathering with You


Tiga tahun lalu, sebuah film anime yang disutradarai Makoto Shinkai berjudul 天気の子 (Tenki no Ko, arti harfiah: anak-anak cuaca) tayang di bioskop Indonesia. Film yang juga berjudul Weathering with You dalam bahasa Inggris itu berkisah tentang Hodaka yang kabur dari rumah karena masalah keluarga dan pergi ke Tokyo. Di sana Ia bertemu Hina, seorang gadis yang bisa mengendalikan cuaca.

Sabtu, 08 Oktober 2022

Kenapa asam dan garam (alih-alih asam dan basa)?

 


"Ku kira kita asam dan garam, dan kita bertemu di belanga."

Potongan lirik lagu Tulus tersebut berasal dari peribahasa "Asam di gunung, garam di laut, bertemu dalam satu belanga." Artinya orang yang sudah berjodoh biar jarak dan latar belakangnya berjauhan pun pasti akan tetap bertemu jua, seperti dua hal itu: asam dan garam.

Tetapi, mengapa asam dan garam? Bukan asam dan basa, misalnya.

Jumat, 07 Oktober 2022

"Tahu dari mana?"

 

sumber

Tahu dari mana?

Dari Sumedang.

Yang bener?

Mari kita ulas joke kodian (yang sudah sangat tidak lucu) tersebut sedikit lebih mendalam.

Kamis, 06 Oktober 2022

Menelisik arti pose foto khas pejabat

 

sumber foto

Senyum tipis malu-malu, berdiri tegak dengan dada yang sedikit membusung, tangan mengepal atau menunjukkan ibu jari. Begitulah beberapa ciri foto ala pejabat dalam hampir semua acara formal maupun non-formal. Di balik pose andalan yang itu-itu saja, ternyata bisa memiliki arti yang lumayan mendalam.

Selasa, 04 Oktober 2022

Penemuan dunia baru dan implikasinya


Pada akhir abad XV (tepatnya tahun 1492), pelaut Italia (yang menakhodai kapal-kapal Spanyol) Christopher Columbus secara "tak sengaja" menemukan dunia baru dalam perjalanannya tuk mencari jalan pintas menuju negeri rempah-rempah, India. Dengan berbekal pengetahuan bahwa bumi itu bulat, disimpulkanlah bahwa seharusnya untuk mencapai India (dari Eropa) tidak perlu harus melalui perjalanan yang panjang dan melelahkan ke arah timur kalau bisa ditempuh dengan lebih ringkas ke arah barat. Begitulah latar belakang perjalanan Columbus itu (selain juga titah dari Raja Ferdinand).

Senin, 03 Oktober 2022

Wajahmu secantik rembulan

 


Bayangkan kamu hidup 2000 tahun yang lalu, suatu era di mana listrik belum ditemukan dan penerangan buatan belum se-massif sekarang. Satu-satunya sumber penerangan di malam hari adalah lampu minyak atau... cahaya bulan, apalagi ketika sedang purnama.

Minggu, 02 Oktober 2022

Khusnul atau Husnul (dan berbagai perdebatan tidak penting sejenisnya)

sumber

Beberapa tahun yang lalu, di berbagai media sosial heboh dengan broadcast tentang penulisan insya Allah yang benar, yang (menurut broadcast tersebut) seharusnya adalah "In Shaa Allah". Saya pun menuliskan mengenai hal itu, meskipun agak telat juga nulisnya. Hehehe

Jumat, 19 Agustus 2022

Sebulan menikah

 


Tak terasa, 17 Juli 2022 silam —hari ini sebulan yang lalu— telah berlangsung pernikahanku dengan Sang Pujaan Hati di kediamannya di Magelang. Meskipun tak begitu lama menikah, banyak hal telah ku lalui bersamanya.

Sabtu, 30 Juli 2022

Benarkah jumlah tulang rusuk laki-laki kurang satu?

 


Mohon maaf, tapi jawaban singkatnya adalah: tidak. Baik laki-laki maupun perempuan (normalnya) punya tulang rusuk dalam jumlah yang sama, 12 pasang.

Minggu, 24 Juli 2022

Avatar: The Last Airbender bukan kartun anak-anak biasa

  "Air, tanah, api, udara. Dahulu kala ke-empat negara hidup dalam damai. Kemudian, semua berubah ketika negara api menyerang..."

Intro yang sangat ikonik di setiap episodenya, soundtrack yang sangat memorable, karakter-karakter unik, humor-humor ringan, serta flora dan fauna fiktif yang eksotis menjadikan Avatar: The Last Airbender (ATLA) salah satu kartun yang susah dilupakan. Bahkan tetap bisa dinikmati berapa kali pun kita menamatkannya. Acara yang juga berjudul Avatar: The Legend of Aang di beberapa negara ini merupakan salah satu kartun "anak-anak" dari Nickelodeon yang bercerita tentang perang besar yang berlangsung 100 tahun lebih di suatu dunia fiktif yang terdiri dari empat negara (dan berasal dari empat elemen klasik): Api, Air, Tanah, Udara. "Dan hanya Avatar, penguasa keempat elemen yang dapat menghentikannya." Petualangan Aang sang avatar (sekaligus pengendali udara terakhir), bersama teman-temannya diceritakan dengan sangat apik dalam 61 episode yang terdiri dari 3 season, atau dalam istilah Avatar 3 buku yang diberi judul berdasarkan urutan Aang mempelajari pengendalian (bending) elemen: Air, Tanah, Api.

Setelah beberapa kali menonton ulang kartun tersebut dari episode pertama sampai tamat, terutama ketika menontonnya bukan lagi sebagai anak-anak, saya mendapati bahwa kartun tersebut lebih dari kartun biasa. Tidak hanya sekadar baik melawan buruk, ada nilai-nilai politik, sosial, dan kartun tersebut juga mengajarkan bahwa di dunia ini isinya tidak hanya hitam dan putih mutlak, ada juga yang abu-abu. Hal itu tentunya dikemas seringan mungkin untuk menyesuaikan dengan target penontonnya, yaitu usia 7 tahun ke atas. Premisnya sederhana: baik melawan buruk, tapi detail-detailnya sungguh ciamik.

Sabtu, 23 Juli 2022

Pertama kali: Menyetir sendiri di jalan tol


"There is a first time for everything."

Ada banyak hal yang baru bagi kita, termasuk menyetir sendiri di jalan tol. Pengalaman pertama ini saya dapat ketika hendak pulang ke rumah orang tua di Nganjuk, setelah acara pernikahanku di Magelang pada hari Minggu silam.

Pertama kali: membeli rubik


"There is a first time for everything."

Ada banyak hal yang baru bagi kita, termasuk bermain rubik. Beberapa hari yang lalu, ketika membelikan beberapa peralatan bayi tuk keponakan, saya lihat ada satu buah rubik yang dijual di toko bayi tersebut. Saya pikir, kapan lagi akan ketemu, dan memang sejak lama ingin bisa memainkannya. Jadi saya beli dulu kubusnya, masalah belajarnya kumaha engke.