Rabu, 05 Agustus 2026

Sunday, Monday... adakah hubungannya dengan 日曜日、月曜日 ?


Sejak SD kita sudah hafal nama-nama hari dalam bahasa Inggris. Ketika beranjak remaja dan mengenal bahasa Jepang, saya juga menghafalkan nama-nama hari dalam bahasa Jepang. Suatu hari, saya bertanya-tanya apakah dua hari pertamanya: Sunday dan Monday (Moon-day?), itu ada hubungannya dengan 日曜日 (日: matahari) dan 月曜日 (月: bulan)? Ataukah kebetulan semata?

Pencarian saya akhirnya menyimpulkan bahwa tak hanya Sunday dan Monday yang berkaitan dengan hari Minggu dan Senin dalam bahasa Jepang, tetapi juga seluruh 7 hari dalam seminggu itu secara tak langsung ternyata berkaitan. Kok bisa?


Kita kembali ke 7 benda langit istimewa...

Berbagai peradaban kuno telah mencatat ada 7 benda langit istimewa karena letaknya senantiasa berubah pada penampakan langit. Tujuh benda langit itu adalah Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus. Karena keistimewaan 7 benda langit itu, berbagai peradaban pun mencetuskan 7 hari dalam satu pekan, di mana masing-masing hari diwakili oleh 1 benda langit istimewa itu.

Dalam bahasa Latin, nama-nama hari dalam seminggu adalah sebagai berikut:

  • Dies Solis (Matahari)
  • Dies Lunae (Bulan)
  • Dies Martis (Mars)
  • Dies Mercurii (Merkurius)
  • Dies Iovis (Jupiter)
  • Dies Veneris (Venus)
  • Dies Saturni (Saturnus)


Peralihan nama-nama hari ke bahasa Inggris

Ketika sistem ini sampai di tanah Inggris, mereka yang punya nama-nama tersendiri untuk 7 benda langit istimewa itu pun turut menamai hari-hari dalam sepekan sesuai dengan nama benda-benda langit versi mereka.

Dimulai dari Sunday yang dalam bahasa Inggris Kuno (Old English) disebut sunnandæg yang berarti harinya matahari, Monday dari mōnandæg (harinya bulan). Mengenai lima hari lainnya, kita beri sedikit konteks dulu bahwa bangsa Inggris pernah dijajah oleh bangsa Norwegia (Viking). Maka, lima benda langit lainnya pun memakai nama-nama Norwegia, yang tentunya dihubungkan dengan mitologi Nordik pula.

Hari Selasa dalam bahasa Latin adalah dies Martis (hari Mars). Mars dalam mitologi Romawi adalah dewa perang. Dalam mitologi Nordik, dewa perangnya adalah Tyr atau Tiw; dari situlah muncul Tiwesdæg (harinya Tiw), lalu dalam bahasa Inggris modern menjadi Tuesday.

Hari Rabu disebut Dies Mercurii dalam bahasa Latin —harinya Merkurius. Dalam Interpretatio Romana (Interpretasi Romawi), orang-orang Romawi "memetakan" dewa-dewi dalam peradaban lain di Eropa yang punya peranan sama dengan dewa-dewi mereka sendiri. Di situ, mereka menginterpretasikan bahwa peranan Merkurius memiliki kesamaan dengan Woden/Odin dalam mitologi Nordik dalam hal mereka sama-sama merupakan pengubah bentuk (shapeshifter) dan keduanya punya peran dalam membimbing arwah manusia yang telah meninggal: Odin membimbing ke Valhalla dan Merkurius mengantar ke neraka. Sehingga, Dies Mercurii dalam Old English disebut Wōdnesdæg (harinya Woden/Odin), yang menjadi Wednesday dalam bahasa Inggris modern.

Hari Kamis dalam bahasa Latin adalah harinya Jupiter (Dies Iovis), dan dalam bahasa Inggris (modern) disebut Thursday —bisa menebak etimologinya? Thursday berasal dari Thor's day —dalam Old English Pūnresdæg (Punor adalah nama Germanik untuk Thor). Tentu kita paham dari film-film Marvel bahwa Thor adalah dewa petir; dan Jupiter tak lain dan tak bukan adalah padanan Romawi untuk Zeus yang terkenal dengan kekuatannya membuat petir dan halilintar.

Hari Jumat adalah harinya Venus (Dies Veneris). Dalam bahasa Inggris kuno, hari itu disebut Frīġedæġ —harinya Frig/Frigga. Frigga adalah istri Odin, yang punya tupoksi sebagai dewi cinta, kesuburan, dan rumah tangga. Peranan yang menurut interpretatio romana diselaraskan dengan peranan Venus, sang dewi cinta dan kecantikan.

Hari Sabtu disebut Dies Saturni dalam bahasa Latin (harinya Saturnus). Dalam mitologi Romawi, Saturnus adalah dewa agraris, kesuburan, dan waktu —peranan yang tidak ada padanannya dalam mitologi Nordik. Oleh karenanya, mereka tetap menyebutnya Sæternesdæg atau Sæterdæg yang berarti harinya Saturnus, yang di era modern ini menjadi Saturday.


Bagaimana penamaan ini bisa sampai ke timur?

Konsep penamaan hari di Barat pada dasarnya mengakar dari penamaan planet/benda langit. Namun, ketika gagasan ini bertemu dengan peradaban Timur, ada perbedaan mendasar dalam cara mereka memandang planet-planet tersebut.

Peradaban Barat menamai planet-planet dengan menghubungkan penampakan planet-planet itu sesuai karakteristik dewa-dewi mereka. Sebagai contoh, planet Jupiter dinamakan demikian karena planet tersebut diketahui merupakan planet paling terang saat itu sehingga disesuaikan dengan nama Jupiter —raja para dewa, atau planet Mars yang dinamai demikian karena warnanya yang merah seperti darah dan dinamailah Mars —dewa perang— karena perang identik dengan pertumpahan darah, dan sebagainya.

Berbeda dengan Barat, di Timur nama kelima planet klasik disesuaikan dengan lima elemen dasar dalam filsafat Cina (Wu Xing), yaitu sebagai berikut:

  • Jupiter — Kayu (木)
  • Mars — Api (火)
  • Saturnus — Tanah/Bumi (土)
  • Venus — Logam  (金)
  • Merkurius — Air (水)

Setelah berabad-abad interaksi dan perdagangan antara Barat dan Timur, tradisi orang-orang Eropa menamai hari sesuai dengan nama-nama planet pun sampai ke China. Sehingga jadilah nama-nama hari yang bersesuaian dengan benda-benda angkasanya, yang diterjemahkan oleh para pendeta Buddha pada milenium pertama di China:

  • Sunday = 日曜日 (rìyào-rì) = Matahari
  • Monday = 月曜日 (yuèyào-rì) = Bulan
  • Tuesday = 火曜日 (huǒyàorì) = Mars
  • Wednesday = 水曜日 (shuǐyào-rì) = Merkurius
  • Thursday = 木曜日 (mùyào-rì) = Jupiter
  • Friday = 金曜日 (jīnyào-rì) = Venus
  • Saturday = 土曜日 (tǔyào-rì) = Saturnus

Bangsa Tiongkok yang pada masa itu adalah pusat peradaban di Asia Timur pun menyebarkan nama-nama hari berdasar benda-benda langit itu ke Korea dan Jepang, dengan karakter-karakter Kanji (atau Hanja di Korea) yang sama persis, namun tentunya dengan cara baca yang berbeda. Berikut cara baca di Jepang:

  • Sunday = 日曜日 (nichiyōbi)
  • Monday = 月曜日 (getsuyōbi)
  • Tuesday = 火曜日 (kayōbi)
  • Wednesday = 水曜日 (suiyōbi)
  • Thursday = 木曜日 (mokuyōbi)
  • Friday = 金曜日 (kin'yōbi)
  • Saturday = 土曜日 (doyōbi)

Anehnya, setelah China "mempengaruhi" penamaan hari-hari dalam sepekan dengan nama-nama planet ini ke Jepang dan Korea, mereka sendiri malah kembali ke penamaan hari yang generik. Berikut nama-nama hari yang mereka gunakan sekarang:

  • Sunday = 星期日 (xīngqīrì) / 星期天 (xīngqītiān) = hari matahari/langit

    • Monday = 星期一 (xīngqīyī) = hari kesatu
    • Tuesday = 星期二  (xīngqī'èr) = hari kedua
    • Wednesday = 星期三 (xīngqīsān) = hari ketiga
    • Thursday = 星期四 (xīngqīsì) = hari keempat
    • Friday = 星期五 (xīngqīwǔ) = hari kelima
    • Saturday = 星期六 (xīngqīliù) = hari keenam

    Persis seperti kita menyebut nama-nama hari dalam seminggu sesuai urutannya: Ahad artinya kesatu, Senin artinya kedua, Selasa artinya ketiga, dan seterusnya. Kecuali di China, hari kesatunya adalah hari Senin (hari kedua kita), dan hari Minggu —entah mengapa— dipertahankan sebagai harinya Matahari (日) atau harinya langit (天).

    Karena sangat senang dan passionate dengan tema yang sangat niche dan (mungkin) tidak ada manfaatnya ke kehidupan sehari-hari ini, saya sampai pernah membuat video TikTok membahas hal ini:


    @joyo_dimejo 2025年7月31日(木) Apakah ada hubungan antara 日曜日 dan SUN-day? Di video ini akan dibahas bagaimana asal mula nama 7 hari dalam bahasa Jepang dan hubungannya dengan nama hari di bahasa Inggris (kalau ada, eh). #serbaserbi ♬ original sound - Anasと日本語


    Klik di sini bila video tidak muncul (embedded).


    Tangerang Selatan, 5 Agustus 2026





     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar