"There is a first time for everything."
Ada banyak hal yang baru bagi kita, termasuk praktikum di lab. Saya pertama kali praktikum di lab sejak SMA sih, tapi praktikum yang benar-benar "praktikum" ya pas kuliah di STTN. Sebagai seorang lulusan SMA Negeri yang "yaaa gitu deh" saya kagum banget dengan laboratorium di kampus. Tidak seperti yang di film-film sih, tapi tetap saja, saya kagum. Alatnya jauh-jauh-jauh lebih lengkap dibandingkan di lab. SMA dulu. Atau lebih tepatnya bukan kagum tapi nyerempet norak.
Saya pertama kali melakukan praktikum (seperti dikatakan di atas) yang benar-benar "praktikum" ketika Semester 1 dengan mata praktikum K3, Fisika Dasar, dan Kimia Dasar. Ternyata tidak semudah (dan se-menyenangkan) yang saya bayangkan.
Persiapan
Ternyata, kalau kita praktikum itu ya tidak serta merta langsung masuk lab, kerjakan, pulang. No no no. Seminggu-2 minggu sebelum masuk lab, ada penjelasan praktikum dulu di kelas. Setelah itu, saat masuk jadwal praktikum, juga masih ada persiapan lagi. pre-test. Dan di situlah saya pertama kali dicecar habis-habisan. Pasalnya, saya tak belajar dulu sebelum pre-test itu. Hahahaha
Saya masih ingat praktikum pertama yang saya dapat di STTN adalah praktikum Fisika Dasar, dengan judul "Penentuan nilai percepatan gravitasi (g) dengan metode pendulum." Pada praktikum itu, sebuah pendulum dengan panjang tali 1 meter dan massa bandul 50 gram. Lantas, setelah diukur suatu sudut tertentu dari titik kesetimbangan, bandul dilepas dan stopwatch mulai dinyalakan. Waktu yang diperlukan untuk menempuh 10 kali gerakan bolak-balik itu dicatat. Lalu, didapatlah periode untuk satu kali getaran pendulum, yaitu waktu yang diperlukan untuk 10 getaran tadi dibagi 10. Dari situ kemudian bisa dihitung berapa percepatan gravitasi dengan persamaan pendulum sebagai berikut:
Penulisan laporan
Yah, jadi kangen lagi dengan praktikum itu. Namun demikian, meski kegiatannya se-simple mengayunkan pendulum, nulis laporan praktikumnya terasa lumayan merepotkan. Di STTN itu juga saya baru tahu bahwa laporan praktikum itu ada pakem (template) format penulisannya. Laporan ditulis secara runut dari judul, tujuan, alat & bahan, perhitungan, pembahasan, sampai kesimpulan dan daftar pustaka. Waktu semester 1 itu, laporan praktikum beneran ditulis... tangan. Nah, kalau 1 judul praktikum itu laporannya 10 halaman, tinggal dikalikan saja ada berapa judul praktikum pada satu mata praktikum itu (Fisika Dasar), dan praktikum-praktikum lain di satu semester itu. Dan, itu berlangsung sampai semester 7.
Manfaat bertahun-tahun setelahnya...
Meski merepotkan, nyatanya praktikum pada masa D-4 memberikan keterampilan bagi saya untuk dapat lebih cekatan dalam menggunakan peralatan laboratorium. Konon, ada mahasiswa teknik kimia dari kampus sebelah yang sepanjang karier S1-nya belum pernah memegang pipet ukur!
Mata kuliah praktikum pada masa itu juga memberikan gambaran yang sangat nyata kepada saya, bahwa dunia eksperimentalis itu sangat tidak ideal, penuh dengan diskrepansi yang jauh dari teori-teori di kelas. Hal ini, saya rasa, harus dipupuk untuk para researcher di masa mendatang.
Tangerang Selatan, 17 Agustus 2026
Merdeka!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar