| By Addicted04 - Own work with Natural Earth Data, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=16937043 |
Para pembelajar bahasa Jepang tentu sudah mafhum bahwa nama-nama negeri asing (di luar Jepang) ditulis dalam katakana. Beberapa contohnya antara lain インドネシア (Indonesia)、ロシア (Rusia)、アメリカ (Amerika).
Namun, pernahkah kamu membaca sebuah berita di koran atau di situs Todaii dan mendapati nama 米国 —yang ternyata adalah Amerika? Kanji itu kalau diartikan secara harfiah bermakna "negeri beras". Lantas, kok bisa negara Amerika Serikat —yang makanan pokoknya jelas bukan nasi— malah disebut negeri beras?
Para pembelajar bahasa Jepang tentu juga tahu bahwa kanji dalam bahasa Jepang memiliki dua komponen: komponen arti dan komponen bunyi. Sebagaimana saya pernah tulis di sini, bahwa hiragana dan katakana itu inherently meaningless, sebaliknya kanji bersifat inherently meaningful. Di banyak kasus, ketika melihat tulisan Jepang saya kadang-kadang tidak tahu (atau lupa) cara baca dari suatu kata tapi tahu maksudnya.
Namun, tahukah kamu? Dahulu sebelum dilakukan pembakuan ejaan di Jepang (Gendai Kana-zukai / 現代仮名遣い) — pada tahun 1946, nama-nama asing pun ditulis dengan kanji juga.
Sampai pada masa perang dunia ke-dua, nama-nama negara ditulis dengan kanji yang mewakili bunyinya. Hal ini disebut 当て字 (ateji), yaitu menuliskan kanji untuk komponen bunyinya saja, tidak termasuk komponen artinya. Misalnya Amerika —ditulis dengan kanji yang bunyinya paling menyerupai kata itu: 亞 (A) + 米 (Me) + 利 (Ri) + 加 (Ka) = 亞米利加 (A-me-ri-ka).
Lalu, dari mana 米国?
Menuliskan 亞米利加 dalam koran atau dokumen resmi tentu tidak efektif karena terlalu panjang (makan space). Maka diambilah satu karakter yang mewakili kata 亞米利加 itu. Karena bunyi A (亞) sudah mewakili kata Asia (亜細亜), diambilah karakter yang kedua 米 yang berarti beras. Lantas, untuk menghindari kerancuan bahwa yang dimaksud itu adalah negara Amerika bukan beras itu sendiri, ditambahlah karakter 国 (kuni/koku) yang berarti negara atau negeri, sehingga menjadi kata 米国 (beikoku). Namun demikian, bila konteksnya sudah jelas 米 pun bisa langsung diartikan Amerika (tanpa harus diikuti karakter 国); seperti halnya kalau kita menulis tanggal hari ini 7月26日(日)→ tentu kita sudah paham bahwa 日 di dalam kurung itu berarti hari minggu (bukan matahari, misalnya).
Sampai hari ini —ketika penggunaan kana sudah distandarisasi pun— dalam dokumen-dokumen resmi dan headline surat kabar, 米国 masih tetap dituliskan untuk menyebut negara Amerika Serikat.
Kanji untuk negara-negara lain
Tentu saja bukan Amerika saja yang mendapatkan satu karakter kanji tersendiri untuk mewakili namanya. Berikut beberapa contoh lain:
- Inggris → 英吉利 (eigirisu) → 英国 (eikoku) → inilah mengapa bahasa Inggris secara resmi disebut 英語 (eigo), alih-alih イギリス語 (igirisu-go).
- Prancis → 仏蘭西 (furansu) → 仏国(futsukoku) → meskipun 仏語 (futsugo) dapat digunakan untuk menyebut bahasa Prancis, orang-orang Jepang lebih familiar dengan フランス語 (furansu-go)
- India → 印度 (indo) → 印国 (inkoku)
- Indonesia → 印度尼西亜 (indoneshia) → 尼国 (nikoku) → diambil karakter "ni" (尼) karena 印 sudah dipakai untuk India.
- Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Fun fact: mengenai penulisan nama negara asing dengan diwakili 1 karakter ini, di China pun ternyata sama. Beberapa waktu yang lalu, ketika TikTok sempat dilarang di Amerika saya sempat membaca judul berita di China yang membicarakan Amerika dengan karakter 美国(dibaca: Měiguó). Tentu ini juga menggunakan logika yang sama dengan penyingkatan negara di Jepang, tapi lucu saja —saat Jepang menyebut Amerika "negeri beras", China menyebut musuh perang dagangnya sebagai "negeri yang cantik/indah".
Ateji dalam kasus lain
Dalam kehidupan sehari-hari orang Jepang, tak hanya nama-nama negeri asing yang ditulis dengan ateji ini loh! Berikut beberapa contoh populer:
- 寿 (berarti umur panjang) + 司 (berarti memerintah) → 寿司 (sushi)
- 倶 (bersama) + 楽 (senang) + 部 (bagian) → 倶楽部 (kurabu/club)
- 珈 (jepit rambut) + 琲 (tali mutiara) → 珈琲 (kōhī / kopi).
Bahasa Jepang ternyata menarik, ya?
Tangerang Selatan, 26 Juli 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar