Sabtu, 22 Agustus 2026

A New Dawn: kembang api terakhir dan permulaan baru

 

Semalam, saya menonton A New Dawn (花緑青が明ける日に) di AEON Mall BSD pada pukul 20:15 WIB. A New Dawn disutradarai oleh  Yoshitoshi Shinomiya yang merupakan animator film Your Name (君の名は。). Bagaimana Shinomiya menggarap film debutnya ini?

Plot singkat

Desa Niura (二浦) akan digusur karena proyek panel surya  pemerintah. Saat semua orang sudah mulai mengungsi, keluarga Obinata tetap bertahan dan tidak mau pindah. Mereka adalah keluarga mantan bajak laut yang kini menggeluti usaha pabrik kembang api. Setiap setahun sekali, diadakan pesta kembang api di Niura, dan setiap tahun pula Eitaro Obinata akan mengeluarkan desain kembang api termutakhirnya.

Ketika proyek PLTS di desa itu dimulai, pembiayaan untuk festival kembang api pun dihentikan. Teman masa kecil anak-anak Obinata, Kaoru Shikimori, pindah ke Tokyo dan melanjutkan pendidikan tinggi. Sementara itu, Sentaro Obinata (Chicchi) menjadi pegawai pemerintah.

Empat tahun berlalu, Chicchi mendatangi Kaoru yang saat itu bekerja sampingan di sebuah perusahaan Projection Mapper untuk ikut pulang ke Niura. Meski awalnya menolak, akhirnya Chicchi berhasil membujuknya dan mereka pun pergi ke Niura. Niura kini benar-benar telah rata. Teluknya telah dikuras dan telah menjadi ladang panel surya. Tidak ada rumah warga yang tersisa, kecuali rumah keluarga Obinata —yang sudah berusia lebih dari 3 abad— yang masih menolak untuk digusur hingga hari terakhir.

Tanpa disangka, Kaoru bertemu Keitaro Obinata (adik Chicchi). Ia pun terkejut karena mengira rumah itu sudah benar-benar kosong. Lalu, bersama-sama, mereka bertiga pun merencanakan satu kembang api pamungkas "Shuhari" yang akan diluncurkan tepat pada saat rumah itu akan dirubuhkan.

Berbagai dokumen rancangan Shuhari yang ditinggalkan oleh Eitaro —yang menghilang secara misterius— pun dicari-cari, demi kesuksesan kembang api pamungkas mereka itu.

Pada malam itu, saat para pekerja proyek menyalakan gergaji-gergaji mesin dan ekskavatornya untuk menggunduli sebidang hutan yang tersisa dan merubuhkan rumah terakhir di Niura, suar pun dinyalakan. Shuhari, pertunjukan kembang api pamungkas Niura pun dimulai.


What (not) to expect

Setelah perilisan global film ini pada bulan Maret silam, akhirnya film anime ini pun masuk ke Tanah Air. Banyak orang telah mengantisipasinya karena rekam jejak dari sang sutradara dalam film Your Name (2015). 

Film berdurasi 78 menit ini dibuat dengan pembagian babak (acts) seperti 5 Centimeter per Second. Namun demikian, Shinomiya bukanlah Shinkai. Pada beberapa menit pertama, penonton akan langsung ngeuh bahwa style gambarnya jauh berbeda dari Your Name. Penonton juga diberi sedikit kejutan seperti animasi stop motion di salah satu adegannya.

Gambaran kembang api Shuhari saya rasa juga mampu memenuhi ekspektasi para penonton yang telah dibangun suspensinya sejak menit pertama. Visualisasi yang sangat apik juga sangat klop dengan iringan soundtrack oleh Shuta Hasunuma.

Di sisi lain, saya merasa ceritanya kurang deep sebagai sebuah anime drama. Satu tema besar gentrifikasi memang tergambar cukup jelas dengan lempeng-lempeng hitam panel surya di PLTS Niura. Pun dengan mesin yang menderu-deru meratakan hutan dan bangunan di desa itu. Namun, banyak hal yang tak mampu dijelaskan dengan baik sepanjang film (plot hole) membuat penonton bertanya-tanya.


Final Verdict

Apakah A New Dawn layak untuk ditonton? Sangat layak. Segera pesan tiketmu, keburu turun layar.


Tangerang Selatan, 22 Agustus 2026

Ditulis di sebuah Kopi Kenangan yang baru dibuka beberapa hari yang lalu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar