Masyarakat Jawa pada pertengahan tahun seperti ini pasti familiar dengan fenomena "bediding" sebagaimana gambar broadcast WhatsApp di atas. "Bediding" adalah penurunan suhu yang begitu ekstrem pada musim kemarau sehingga suhu siang dan malam terasa begitu kontras. Saking dinginnya, bahkan di dataran tinggi pulau Jawa seperti Dieng atau Bromo suhu malam hari bisa sampai drop di bawah 0°C dan membentuk embun upas (kristal es).
Lantas, mengapa di saat musim kemarau yang siang hari panasnya sangat ora umum ini, pagi dan malam harinya bisa terasa begitu dingin?


