![]() |
| Malam terakhir di Daejeon, Republik Korea. |
年末の
思い出残り
楽しむか
Hai, lama tidak berjumpa. Lebih tepatnya, sudah lamaaaa sekali saya tidak update blog ini. Berhubung pergantian tahun dari 2025 ke 2026 tinggal menghitung hari, jadi saya akan sedikit menuliskan refleksi apa saja yang terjadi selama setahun terakhir ini, serta rencana untuk tahun depan.
Awal 2025
Setelah tahun baru sebelumnya saya rayakan seorang diri (atau dengan adik ipar) di rumah saja, saya merayakan pergantian 2024 ke 2025 dengan staycation bersama istri yang baru saja pulang dari Korea (btw) di sebuah hotel di daerah Mangga Besar. Dan ternyata hotelnya... sama sekali tidak sesuai ekspektasi. Dengan biaya 800rb per malam saya berharap setidaknya bintang 4 or something, namun ternyata zonk. Ya, wajar saja lah ya, high season.
Dan BTW pada malam tahun baru itu ada kecelakaan pesawat Jeju Air di Korea juga. Rest in peace untuk para korban.
Masih di bulan Januari juga, setelah satu tahun lebih berpisah dengan istriku akhirnya saya bisa merayakan ulang tahun yang ke....31 dengannya di Dunia Fantasi (Ancol). Kenapa Dufan? Ya lagi-lagi, kenapa tidak. Sudah lama saya ingin ke Dufan dalam keadaan yang sepi dan bisa menikmati semua wahananya. Tanpa masker, tanpa distancing dan pembatasan masuk wahana yang menyebabkan antreannya masya Allah banget.
Pada bulan Februari, istriku mendapat tawaran untuk studi S3 di Kanazawa University, Jepang. Maka ia jalani berbagai proses seleksi mulai dari wawancara dengan calon pembimbing, cek kesehatan (yang nilainya lumayan), hingga mengirim surat lamaran secara hard copy ke Jepang (via pos).
Lebaran 2025
Tak seperti lebaran di tahun sebelumnya yang saya rayakan sebagai bujangan, lebaran kali ini saya rayakan kembali dengan istri setelah kepulangannya dari S2 di Korea. Saya melewatkan beberapa hari terakhir bulan ramadhan hingga hari ke-3 lebaran di Magelang, lalu menghabiskan sisa hari libur di Nganjuk dan kembali ke Jakarta pada H-1 masuk kantor. Sungguh liburan yang sangat mantap.
![]() |
| Makan bakso kikil di Kediri |
Konser Coldplay di Seoul
Setelah libur lebaran 2025 berakhir, saya dan istri melanjutkan liburan ke Seoul, Korea Selatan selama seminggu karena ada konser Coldplay pada tanggal 24 April 2025. Kami menghabiskan cuti selama seminggu dengan berkeliling Seoul, mengunjungi Demiliterized Zone (DMZ) di Paju, dan tak lupa tujuan utama yaitu konser Coldplay. Ini merupakan kunjunganku yang ke-dua ke Korea setelah Desember di tahun sebelumnya saya menghadiri wisuda istri di Yonsei University.
Kali ini, kami berangkat dengan transit dari Singapura. Pada saat transit itulah pertama kalinya saya melihat air terjun "Vortex" di Jewel Mall, Changi Airport, yang sebelumnya cuma dilihat dari media sosial saja. Ini juga saat pertama kalinya saya mencoba Laksa... (maaf foto Vortexnya gak ketemu).
![]() |
| Assam Laksa di Penang Restaurant, Changi |
Pada waktu kunjungan ke Korea yang ke-dua ini, meski sudah memasuki musim semi (spring), namun suhu udara di kisaran 10°C masih terlalu dingin bagi kulit tropis saya. Meskipun tak lagi memakai jaket serba tebal seperti di bulan Desember tahun lalu, minimal harus memakai pakaian lengan panjang.
![]() |
| Kunjungan ke DMZ |
![]() |
| Konser Coldplay |
Sepulang dari Seoul, kami pulang dengan transit dari Ho Chi Minh (Vietnam). Niat awalnya adalah untuk bertemu dengan Thao yang merupakan teman S2 istriku di Yonsei, namun yang bersangkutan sedang berhalangan karena dinas di luar kota jadi kami bertemu Kate yang merupakan teman Thao. Di Ho Chi Minh, saya tentu sempatkan untuk mencoba Pho yang otentik Vietnam, di restoran yang bernama... Pho Vietnam. Di depan restorannya tertulis Michelin Star nominated selama sekian tahun berturut-turut, namun harga untuk 2 porsi pho dan 2 porsi minuman masih lebih murah daripada Pho Ba Ba yang ada di Bintaro Jaya Xchange.
![]() |
| Pho Vietnam |
Selain mencoba Pho yang otentik Vietnam di Pho Vietnam, kami berkeliling Ben Tanh market dan tak lupa membeli kaos Vietnam... Well, ada satu kaos yang lebih "menarik" sebetulnya, tapi terlalu riskan untuk dibeli apalagi dibawa pulang ke Indonesia. IYKYK.
![]() |
| Membeli kaos Vietnam di Ben Tanh Market, Ho Chi Minh |
Pada saat transit di Ho Chi Minh tersebut (tanggal 26 April 2025), ternyata hampir bertepatan dengan hari reunifikasi Vietnam yang jatuh pada tanggal 30 April. Karena bertepatan dengan malam minggu juga, jadi banyak kegiatan di sekitar Ho Chi Minh city square termasuk pesta kembang api.
![]() |
| Perayaan 50 tahun reunifikasi Vietnam. |
![]() |
| Patung Ho Chi Minh di Ho Chi Minh city Square |
Jalan-jalan ke Bangkok
Menjelang lebaran haji (idul adha), istriku saat itu mendapat undangan pelatihan di Phnom Penh, Kamboja. Hari raya idul adha waktu itu juga bertepatan dengan akhir pekan panjang (long weekend), sehingga kami bisa melancong ke Bangkok, Thailand.
Pada hari Kamis, 5 Juni 2025, pesawat Lion Air yang saya tumpangi berangkat dari bandara Soekarno-Hatta setelah delay beberapa jam dari jadwal keberangkatan semula. Karenanya, saya pun baru sampai di bandara Don Mueang (DMK) hampir tengah malam. Ini menjadi negara ASEAN ke-tiga yang saya kunjungi setelah Singapura dan Vietnam saat kunjungan ke Seoul di bulan April lalu.
Setelah drama pemeriksaan imigrasi telah terlewati, saya langsung memesan taksi Grab untuk menuju Hotel Bizotel di kawasan Rangnam, yang berjarak sekitar 3 km dari KBRI Bangkok. Saya diminta 1000 baht untuk deposit dan diberikan kunci. Sesampainya di kamar sekitar pukul 1 malam, saya pun langsung mandi dan tidur....
![]() |
| tengah malam sesampainya di lobi hotel |
Hari pertama di Bangkok, karena istriku masih belum sampai (masih ada kegiatan di Phnom Penh), jadi saya pergi eksplor duluan. But, where? Beberapa teman menyarankan Pattaya, so saya cari tahu cara menuju ke sana.
Perjalanan dari Terminal Utama Bangkok ke Pattaya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Lumayan jauh ternyata. Setelah sesampainya di sana, alamak panasnya.
![]() |
| Pantai Pattaya dilihat dari Lantai 2 Starbucks |
![]() |
| Terminal Bus utama, Bangkok |
Setelah cukup sore, sekitar pukul 18, saya menuju ke terminal lagi untuk kembali ke Bangkok. Namun tidak langsung ke hotel, saya menjemput istri yang dijadwalkan mendarat dari Kamboja di bandara BKK pada pukul 9an malam.
Setelah itu, kami naik MRT dari Bandara sampai ke stasiun dekat hotel. Lalu tidur.... Esok hari, petualangan dimulai. Mulai dari sholat id di kedutaan besar Indonesia di Bangkok, pertama kali mencoba mangga ketan (mango sticky rice) yang otentik, hingga Chaophraya River Cruise buffet [lah jadi makan semua dong ya], semuanya telah saya rangkum dalam bahasa Jepang di blog sebelah (klik di sini). Namun demikian, berikut sedikit foto keseruan petualangan di Krung Thep...
![]() |
| sebelum sholat idul adha di masjid Kedubes RI untuk Thailand |
![]() |
| Mencoba bus kota Bangkok yang sama sekali tidak bisa diandalkan ketepatan waktunya |
![]() |
| pelataran di area National Museum - Grand Palace. Panas gak umum. |
![]() |
| Suasana di dalam Museum Nasional |
![]() |
| Donki di suatu mall |
![]() |
| Mencoba Thai Massage |
![]() |
| Makanan ekstrem di Siam Icon |
![]() |
| Mango Sticky Rice di Mango Tango (250 THB = 120ribuan rupiah per porsi btw) |
![]() |
| bertemu Novita dkk di Asiatique River Front |
![]() |
| Chao Phraya River Cruise Buffe. Untung tidak hujan. |
![]() |
| Crocs Special Edition Slytherin yang malah ketemu di mall Terminal 21, Bangkok setelah pertama kali melihatnya di ABC-Mart Myeong-dong, Seoul. |
Pelatihan IAEA pertamaku
Setelah sekian lama bekerja di bidang proteksi radiasi, akhirnya saya berkesempatan juga untuk mengikuti pelatihan IAEA yang diadakan di Daejeon, Republik Korea pada tanggal 1-12 September 2025.
Setelah mendapat undangan resmi dari IAEA yang masuk melalui e-mail, saya langsung menanyakan kepada para pejabat berwenang terkait prosedur keberangkatan dll, mengingat saat itu saya belum mempunyai paspor dinas. Dan ternyata, masya Allah sekali ribetnya..............
Setelah sekian lama digantung oleh pejabat eselon 1, akhirnya paspor dinas dan exit permit kemenlu pun saya dapat pada awal Agustus 2025. Akhirnya..... Saya pun mengedit informasi nomor paspor di Traveloka (dari no paspor pribadi ke paspor dinas) karena sudah membeli tiket pesawat pulang-pergi sejak... Juni (hahaha). Karena semakin mendekati hari-h pasti lebih mahal.
Dan, hari keberangkatan pun tiba. Saya sengaja tidak membeli tiket penerbangan langsung (direct) Jakarta-Seoul karena ingin jalan-jalan dulu (dan mengoleksi stamp imigrasi).
Pemberhentian pertama: Beijing
Setelah Desember 2024 silam saya hanya mampir di BCIA tanpa keluar bandara sama sekali (karena tidak punya visa, dan waktu transit yang hanya 3 jam), kali ini saya bisa keluar dari bandara dan menjelajahi kota Beijing setelah berbagai drama di imigrasi RRC. Untung paspor kali ini lebih sakti. Saya mencoba berbagai jenis kereta, mengunjungi beberapa tempat ikonik sepanjang hari, dan kembali ke bandara pada malam hari (tidur di lounge bandara karena penerbangan lanjutan ke Seoul adalah esok paginya).
Sebelum berangkat, saya sempat menukarkan uang di money changer dekat rumah, rupiah ke yuan dan rupiah ke won. Dan ternyata, yuanya sama sekali tidak terpakai hahaha. Sepanjang hari di Beijing, semua transaksi dilakukan secara non-tunai dengan Alipay. Sebuah pelajaran berharga.
![]() |
| Di Bandara Beijing, transit saat pulang dari Korea (Desember 2024) |
![]() |
| Tian'anmen Square, Beijing (akhir Agustus 2025) |
![]() |
| Wangfujing Street, Beijing. |
![]() |
| Olympic Park, Beijing. |
Acara utama: Pelatihan di Korea Institute of Nuclear Safety (KINS), Daejeon
Saya mendarat di bandara Incheon pada hari Minggu, 31 Agustus 2025 pukul 12 waktu setempat. Saya langsung WA ke barengan yang dari BRIN yang ternyata sudah mendarat duluan dengan penerbangan langsung Jakarta-Seoul.
Perjalanan selanjutnya dari bandara Incheon ke Daejeon, kami putuskan dengan kereta ekspres (KTX). Untuk itu, kami pergi ke Seoul station dulu dengan non-stop train dan melanjutkan perjalanan dengan KTX ke Daejeon dari sana.
Perjalanan dari stasiun bandara ke stasiun Seoul memakan waktu setengah jam dengan kereta ekspres. Dalam perjalanan kereta Incheon-Seoul itu, saya duduk di sebelah seorang bapak-bapak asal Jepang yang sedang berlibur bersama keluarganya. Saya tanya berapa harga tiket dari Jepang, kata bapak itu, perjalanan dari bandara Kansai ke Incheon hanya membutuhkan biaya sekitar 12000 yen (1,5 juta rupiah). Damn. Ditambah lagi, mereka tidak perlu visa untuk masuk ke wilayah Korea. Damn.
Sekitar pukul 15 kami sampai di Seoul Station. Kami langsung menuju ke counter tiket KTX untuk membeli tiket ke Daejeon. Daaaan ternyata, tiket perjalanan untuk ke Daejeon habis semua. Baru tersedia pada pukul 19 paling awal. Memang agak bodoh sih, gak meriksa dulu di online pas masih di Incheon tadi. Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, jadi kami memutuskan alternatif kedua yaitu... dengan bus antar kota.
Untuk itu, kami lanjut dengan naik bus dari Seoul Station ke Seoul Central Terminal yang lumayan juga jaraknya. Sesampainya di sana, kami lanjut dengan bus ekspres ke Daejeon. Biayanya 14000 won atau sekitar 160ribu rupiah.
Okay setelah drama ini-itu, kami pun tiba di hotel Ramada Daejeon sekitar pukul 19:00 waktu setempat. Setelah check-in dan masuk kamar masing-masing, saya langsung mandi (setelah sekian lamanya!)
Keesokan harinya, hari pertama pelatihan pun dimulai.
![]() |
| Hari pertama pelatihan diawali dengan perkenalan diri para peserta |
![]() |
| Makan siang penuh anomali di kantin KINS |
Pelatihan pun berjalan sebagaimana mestinya. Selain kuliah klasikal yang sering membikin ngantuk, ada juga kunjungan ke laboratorium, serta cultural event ke kuil Gapsa.
Transit di Kuala Lumpur
Setelah pelatihan di KINS Daejeon selesai, saya pun pulang ke Indonesia dengan terlebih dahulu transit di Kuala Lumpur selama 12 jam. Transit sepanjang itu tentu saja saya tidak habiskan di bandara dong, tapi menjadi kesempatan buat nambah-nambah stamp Asia Tenggara di paspor.
![]() |
| Sebuah acara di Stasiun KL Sentral |
Ada beberapa tempat di KL yang saya kunjungi sebagaimana teman-teman sarankan, antara lain Batu Cave, Pasar Seni, Bukit Bintang, dan KLCC.
Pagi-pagi setelah sarapan nasi lemak saya langsung bertolak ke Pasar Seni (a.k.a. Central Market). Di sana saya membeli sehelai kaos KL dan beberapa magnet kulkas. Pedagang-pedagangnya ketus betul hahaha. Di sana saya juga mencoba ke toilet yang ternyata tidak gratis tapi berbayar 1/2 ringgit, ya kalau dirupiahkan sekitar 2000an lah, sama dengan toilet umum di sini.
![]() |
| Penampakan pintu depan Pasar Seni beberapa menit sebelum buka |
Setelah membeli beberapa benda di Pasar Seni, saya pun bertolak ke Batu Cave. Menunggu kereta ke sananya cukup lama, sekitar 1/2 jam lebih.
![]() |
| Batu Cave |
Dari Batu Cave, saya menuju Bukit Bintang. Bukit Bintang adalah sebuah business district, mungkin seperti area Sudirman kalau di Jakarta. Karena saat itu sedang hujan, jadi saya berteduh di sebuah mall, menuju ke foodcourt, dan membeli laksa.
Pemberhentian terakhir, tidak afdhol kalau tidak ke menara petronas (KLCC). Jadi saya pesanlah Grab ke sana. Supirnya pun tak kalah ketus hahahaha.
Setelah itu, handphone saya benar-benar dead. Saya membeli oleh-oleh Kopi Oriental dan cokelat. Lalu saya minta tolong kepada pegawai toko tempatku belanja untuk menunjukkan cara menuju ke bandara.
Yet another heart break...
Hari-hari pun berlalu, hingga tak terasa malam keberangkatan itu pun tiba. Saya meminjam mobil ke Mas Johan untuk mengantar istriku dan sekeluarga ke bandara Soekarno-Hatta.
And there I was left alone without any certainty of going to study in Japan...
JLPT N2 di Unsada Jakarta
Setelah lulus JLPT level N3 pada Juli 2025, saya memutuskan untuk langsung gas mengikuti N2 di bulan Desembernya. Ini adalah JLPT-ku yang ke-5 setelah 2x N4 dan 2x N3. Dan singkat cerita, I failed miserably (lol). Sesulit itu level N2 sehingga saya harus tunda dulu sampai nanti beneran tinggal di Jepang.
What's next?
Saya masih berharap untuk bisa sekolah di Jepang sekaligus menyusul istriku. Lanjut dalam jangka menengah ini, ku ingin naik jenjang dalam jabatan fungsional di PNS, dan dalam jangka panjang.... entahlah, jangka pendek dan menengah dulu.






















.jpg)



















No comments:
Post a Comment