Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2026

Your Name: Sebuah Perkawinan Tradisi dan Modernitas


あの日・・・星が降った日。それはまるで、夢の景色のように、ただひたすらに・・ 美しい眺めだった 
Hari itu, hari ketika bintang berjatuhan. Semua terlihat seperti pemandangan di dalam mimpi. Tetapi begitu jelas, pemandangan yang begitu indah.

Entah sudah berapa kali saya menonton 君の名は。 atau Your Name, film animasi yang disutradarai 新海誠 (Makoto Shinkai) dan pertama kali tayang pada 2016 lalu. Your Name bercerita tentang kisah percintaan remaja, tapi ternyata tetap bisa ditonton (dan dinikmati) oleh orang yang sudah tidak lagi remaja. Visual yang memanjakan mata, lagu-lagu soundtrack yang memorable, kisah yang tidak cheesy, serta berbagai macam metafora dan simbol-simbol tradisional jepang membuat film ini bisa ditonton berkali-kali tanpa merasa bosan.

Kamis, 16 Juli 2026

Berbagai insight baru setelah membaca ulang Around the World in 80 Days



Inilah tahun 1872.

Dunia telah berkembang dengan begitu pesat. Berbagai penemuan baru selama beberapa dasawarsa terakhir telah mengubah wajah dunia menuju modernitas dengan laju yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Mesin-mesin uap dengan efisiensi tinggi telah mengantarkan umat manusia menuju era revolusi industri, dan secara tak langsung juga menuju revolusi transportasi.

Kamis, 17 April 2025

Merasa hampa setelah mnyelesaikan The Three-Body Problem Trilogy (Cixin Liu)


Pada pertengahan bulan puasa tahun 2024 silam, Netflix menayangkan Three-Body Problem. Musim pertama dari serial itu menceritakan tentang kontak pertama antara umat manusia di bumi dengan sebuah peradaban alien di bintang yang berjarak 4 tahun cahaya dari sistem tata surya. Musim pertama tersebut terdiri dari 8 episode, yang ternyata menceritakan isi (atau mengadaptasi cerita dari) buku pertama dari trilogi tersebut.

Kamis, 29 Desember 2022

Reading Journey 2022

Tradisi tahunan hadir kembali!

Mulai tahun 2021 saya telah memulai tradisi untuk mencatat buku-buku apa saja yang telah saya baca selama setahun ke dalam suatu kompilasi akhir tahun, disertai ulasan singkat mengenai masing-masing bukunya. Semacam recap perbukuan, lah. Di akhir tahun 2022 ini juga tentunya saya tidak akan melewatkan ritual itu lagi. 

Anasimron sedang acting membaca

Oleh karenanya, mari langsung saja kita mulai kaleidoskop buku bacaan tahun 2022 versi anasimron berikut ini. Buku-buku dalam daftar ini diurutkan berdasarkan tanggal selesai membacanya. Dan, tentu saja semua ulasan dan penilaian di sini bersifat subyektif

(Catatan: Semua rating dalam skala ⭐⭐⭐⭐⭐)


Rabu, 28 Desember 2022

Kembali ke masa lalu, tapi tak bisa mengubah apapun: Resensi Novel Funiculi Funicula

Funiculi Funicula #1 dan #2 (dok. pribadi)
Ke masa lalu,
Mencoba ubah nasib
Namun tak mungkin.

Kembali ke masa lalu, menjelajah waktu dan memperbaiki kesalahan yang telah lampau adalah salah satu mimpi besar umat manusia. Berbagai karya fiksi menuliskan ide tersebut menjadi berbagai cerita dan prosa menggugah hati. Namun, apabila kamu diberi kesempatan itu, mampu berkelana kembali ke masa lalu dengan berbagai persyaratan aneh, apakah kamu tetap ambil kesempatan itu?

Senin, 26 Desember 2022

380 tahun Sir Isaac Newton

Buku biografi Isaac Newton karangan James Gleick (dok. pribadi)
 
"Amicus Plato, amicus Aristoteles, sed magis amica veritas."

Hari natal, 25 Desember 1642 (menurut kalender Julian) —380 tahun yang lalu—  seorang anak laki-laki dari keluarga petani di Lincolnshire terlahir prematur ke dunia. Anak itu dinamai sama dengan nama ayahnya yang telah berpulang 3 bulan sebelum kelahirannya. Dialah Isaac Newton, yang kelak akan menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia, dan namanya akan tetap dikenang bahkan hingga ratusan tahun setelah ia meninggal.

Sabtu, 30 Juli 2022

Pertama kali: Nonton di teater 4DX CGV

 

"There is a first time for everything."

Ada banyak hal yang baru bagi kita, termasuk menonton film di teater 4DX CGV.  Awalnya saya kira 4DX itu "hanya" teater biasa dengan layar yang lebih besar, seperti IMAX di bioskop kompetitor. Ternyata saya salah. 4DX itu benar-benar memberikan pengalaman menonton yang sangat ciamik serta lain daripada yang lain.

Sabtu, 16 Juli 2022

Into the Marriage-verse

Hi.

I would like to express what I am feeling right now, and to store it here, since I know no one will really read it.

Jumat, 22 April 2022

Bagaimana gula (juga perbudakan) telah mengubah dunia

Satu-satunya rasa yang kita tak perlu adaptasi dulu untuk bisa menikmatinya adalah rasa manis. Bayi yang baru lahir sekali pun bisa menikmati rasa manis. Tidak seperti rasa asin, asam, bahkan pedas yang harus dibiasakan dulu sampai akhirnya kita bisa nikmati. 

Selama ribuan tahun, manusia telah memanfaatkan madu sebagai sumber utama pemberi rasa manis bagi makanannya. Sebuah lukisan gua berusia 8000 tahun di Spanyol menunjukkan bagaimana manusia di zaman itu memperoleh madu dari sarang lebah.

Namun, madu punya kelemahan. Selain ada risiko tersengat lebah untuk mendapatkannya, madu juga bisa "merusak" rasa makanan. Teh yang dicampur madu, misalnya, akan terasa seperti madu pula.

Lalu munculah zat pemanis yang tidak merusak rasa, dan tidak menyengat. Zat penghasil "madu" yang bisa ditanam sendiri tanpa bergantung pada lebah. Kristal putih manis yang berasal dari tanaman Saccharum officinarum. Gula tebu.

Buku Sugar Changed the World karangan Marc Aronson dan Marina Budhos merupakan sebuah esai singkat bagaimana gula selain menjadi sumber energi kita sebagai individu juga menjadi (salah satu) penggerak peradaban manusia selama beberapa abad terakhir. 

Senin, 11 April 2022

Berpikir sebagai kolonialis dalam "Teh dan Pengkhianat"

Beberapa hari sebelum mulai puasa, saya pergi ke Gramedia. Waktu itu cuaca sedang tidak bersahabat, hujan ringan turun ketika saya dalam perjalanan ke sana. Tidak deras banget sih, jadi saya pikir tidak perlu harus memakai jas hujan. Eh ternyata lumayan bikin basah juga. Ya sudahlah ya, saya pikir kalau sudah masuk toko nanti akan kering.

Seperti selayaknya orang masuk Gramedia, saya melakukan ritual berputar-putar dulu, sok-sokan ngecek sana sini, bolak-balik membaca beberapa halaman buku yang pembungkus plastiknya terbuka.

Lalu langkah kaki ini terhenti. Hmm, ada satu buku yang menarik. Dari sampulnya terlihat kalau buku itu bergenre fiksi sejarah. Teh dan Pengkhianat judulnya, karangan Iksana Banu. Buku itu tipis, hanya 176 halaman, dengan harga yang hanya 60 ribu rupiah. Karena tidak ada contoh yang telah terbuka sampul plastiknya, tapi sepertinya bagus... ya sudahlah, saya bayar dan pulang. Dan rupanya hujan juga telah reda.

Senin, 28 Maret 2022

Filsafat (memang) untuk semua orang

Filsafat bagi kebanyakan orang adalah hal yang berat dan membingungkan, bahkan beberapa orang menganggapnya sia-sia tuk dipelajari. Sebuah klaim yang sangat berani.

Tahun 2020 silam, ketika pandemi COVID-19 mulai bergejolak, dan anjuran tuk tidak ke mana-mana digaungkan di banyak negara, Coursera menawarkan banyak program kursus plus sertifikatnya, secara gratis.*)

*) Sebagai informasi saja, semua kelas di Coursera bisa diakses secara gratis, hanya saja bila kita ingin mendapat sertifikat yang bisa di-link-kan ke linkedin atau semacamnya, harus membayar sejumlah biaya.

Sabtu, 26 Maret 2022

Georg Elser: tukang kayu yang berpotensi menghentikan perang dunia kedua

Sudah pernah dengar Trolley Problem, kan? Dalam permasalahan filsafat tersebut, diibaratkan ada dua buah jalur kereta (troli) dan pada masing-masing jalur telah terikat beberapa orang. Lima orang terikat pada satu jalur, dan satu orang terikat di jalur yang lain. Mereka tidak bisa kabur ke mana-mana. Lalu, ada sebuah kereta yang akan segera melintas. Di hadapan kita, terdapat sebuah tuas yang mengatur perpindahan jalur kereta tersebut. Tidak ada orang lain yang bisa membantu kita menyelamatkan orang-orang yang telah terikat di jalur troli tersebut, sehingga kita pun dihadapkan pada sebuah dilema: jika kita tidak menarik tuasnya, kereta akan melaju lurus dan menabrak lima orang; dan bila kita menarik tuas tersebut, kereta akan berbelok dan menabrak satu orang di jalur lain.



Selasa, 11 Januari 2022

Review: Project Hail Mary

Project Hail Mary Project Hail Mary by Andy Weir
My rating: 5 of 5 stars

"Your friend, question?"
SPOILER ALERT!

Selasa, 04 Januari 2022

Review Kartun Biologi

Kartun Biologi Kartun Biologi by Larry Gonick
My rating: 4 of 5 stars

Awalnya saya iseng beli Kartun Fisika dari pengarang yang sama. Benar-benar iseng tanpa ekspektasi apa pun. Ternyata Kartun Fisika memang bagus, bukan hanya "jargon" tapi betulan "berisi." Lalu saya jadi tertarik untuk menelusuri buku-buku Gonick yang lain dan diputuskanlah untuk membaca Kartun Biologi ini. Dan kebetulan Kartun Biologi menjadi buku pertama yang saya selesaikan di tahun 2022. Pembahasannya sungguh membuka wawasan. Bahkan bagi saya yang selama SMA mengalami kesulitan di pelajaran Biologi, buku ini cukup mudah dimengerti.

Rabu, 06 Oktober 2021

a review on rick riordan's percy jackson's greek gods

 



mythology.
what we call mythology today is what the people in the past used to explain things before we have science to do the job. from solar and lunar movements, the cause of sea wave, earthquakes, the origin of lightning, rainbows, etc. we humans are curious beings. we want to know and be able to explain all the things we see and experience, and that is one thing (of many things) that makes us what we are. and we made myths for that very purpose. myths are the easiest yet satisfactory explanations for things we didn't (yet) understand.

Kamis, 09 April 2020

Re-reading Wind/Pinball by Haruki Murakami

"Why? This world is rife with matters philosophy cannot explain."
-from Pinball, 1973 (Haruki Murakami)
during this goddamn quarantine due to COVID-19 pandemic, i manage to finish some unfinished book from my collection, as well as re-read some books. opening my bookshelf, i found one book that i got for my 24th birthday several years ago, wind/pinball -two novellas written by haruki murakami which also happened to be his first two books.
this is one book that i re-read during this pandemic, beside life of pi by yann martel. 

Senin, 06 April 2020

Membaca Ulang Life of Pi Karya Yann Martel


"Buku yang bisa ku baca berulang-ulang, dengan sudut pandang baru dan pengertian baru setiap kalinya." - Life of Pi, Bab 73
beberapa hari yang lalu, di tengah kebosanan akibat gerakan #stayhome atau #dirumahaja akibat pandemi sars-cov-2 atau covid-19 saya membuka rak buku dan menemukan novel yang telah saya baca beberapa tahun yang lalu. novel karya yann martel yang menurut salah satu tokoh di dalamnya mengandung kisah yang akan membuat anda percaya kepada tuhan.

sejujurnya, pertama kali membacanya saya tak menemukan efek "menemukan tuhan" tersebut, tapi rupanya dengan membacanya kembali hal itu disampaikan dengan begitu halus, subtle, dan implisit. review novel tersebut telah saya tulis beberapa tahun silam (ya saat pertama kali membacanya itu), dan di tulisan ini akan saya coba sampaikan apa yang saya dapatkan pada pembacaan yang kedua ini. sebuah kisah petualangan pi yang terombang-ambing di tengah samudera pasifik di atas sekoci dengan seekor harimau benggala (panthera tigris bengalensis) berbobot 225 kg.

Rabu, 22 Januari 2020

Menderita Bersama MULTATULI di Dunia Max Havelaar

"kisah yang membunuh kolonialisme." begitu pesan pramoedya ananta toer yang tertulis di halaman sampulnya. max havelaar adalah cerita mengenai ketidakadilan di  hindia belanda (khususnya di daerah lebak, banten) selama kurun waktu pertengahan abad ke sembilan belas. max havelaar ditulis oleh multatuli, nama pena eduard douwess dekker (yang berasal dari bahasa latin multa tulī, yang berarti "aku telah banyak menderita"). kisah ini dituliskan dengan teknik multi-layer yang akan membuat pembaca bingung, namun pesan yang disampaikannya begitu tajam dan menusuk pemerintah kolonial mengenai apa yang terjadi di tanah jajahannya ribuan kilometer di seberang benua yang berlainan. buku ini awalnya ditulis dalam bahasa belanda namun telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. hingga hari ini max havelaar menjadi buku bacaan wajib bagi siswa sekolah di belanda. bahkan telah dibuat museum multatuli di amsterdam (dan di rangkasbitung).

Sabtu, 28 April 2018

That Bastard is Called ISUSPM.exe


ever wondered why your data balance drained so fast when you tether your phone to the pc? yeah, me too. you have set the connection to 'metered connection' as to prevent data drainage, browsed not that much, no video, no download, but still, your data balance is drained.

Senin, 05 Februari 2018

Review: Sapiens: A Brief History of Humankind

Sapiens: A Brief History of Humankind Sapiens: A Brief History of Humankind by Yuval Noah Harari
My rating: 5 of 5 stars

First thing first, I am actually not into history and that kind of stuff, until I read this magnificent book. I am also not really used to English-written books as it is not my first language and I have to check dictionary quite often, but overall, this work isn't that hard to understand for a non-English speaker (and someone who are not really used to reading English-written books) like myself. Harari has also a quite good sense of humor in this book, making it unboring to read. I can't stop reading once I started. In the book, Harari referred the mankind in several ways, i.e. Homo sapiens, Sapiens (as the title of the book says), human, human-being, mankind. I don't know if the different referration has to do with difference in the state of the Homo sapiens that he means, e.g. the human as the biological species, as a social being, or as just a natural coincidence, etc.