![]() |
| Source: link |
Hola.
I'm trying to keep my English writing skill intact, so I'll write this post in this language.
This is a story about me, who (at this late age) re-found chess, the classic board game with infinite possibilities.
![]() |
| Source: link |
Hola.
I'm trying to keep my English writing skill intact, so I'll write this post in this language.
This is a story about me, who (at this late age) re-found chess, the classic board game with infinite possibilities.
Banyak hal yang telah terjadi dan telah tersimpan rapi, terekam dalam draft yang belum selesai ditulis. Di antara sekian banyak alasan blogging, satu yang paling signifikan adalah ketertelusuran dan penyimpanan yang sedikit lebih lestari dibandingkan dengan menulis keluh kesah di media sosial.
Usai belajar
Tapi justru semua
Baru mulai
Pada suatu hari di tahun 2019, saya duduk di sebuah wawancara seleksi mahasiswa S-2 di Departemen Kimia Fakultas Sains ITS. Ada sekitar 15an pendaftar saat itu, dan setelah menunggu beberapa saat tibalah giliranku untuk masuk ke ruang wawancara.
Kemarin, bertepatan dengan 3.14 alias Hari Matematika Internasional (yang entah ada kaitannya atau tidak) saya menonton Suzume no Tojimari (atau biasa disebut Suzume saja). Film Makoto Shinkai tersebut sudah tayang di Jepang sejak tahun lalu, namun baru hadir di bioskop tanah air tanggal 8 Maret 2023 kemarin. Setelah sekian lama berselang dari film Shinkai terakhir (Weathering with You, 2019), kita disuguhi lagi dengan visual yang ciamik dan ide cerita yang agak nyeleneh sebagaimana film Shinkai lainnya.