Pages

Minggu, 26 Juli 2026

Mengapa Amerika disebut "negeri beras" dalam bahasa Jepang

 

By Addicted04 - Own work with Natural Earth Data, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=16937043

Para pembelajar bahasa Jepang tentu sudah mafhum bahwa nama-nama negeri asing (di luar Jepang) ditulis dalam katakana. Beberapa contohnya antara lain インドネシア (Indonesia)、ロシア (Rusia)、アメリカ (Amerika).

Namun, pernahkah kamu membaca sebuah berita di koran atau di situs Todaii dan mendapati nama 米国 —yang ternyata adalah Amerika? Kanji itu kalau diartikan secara harfiah bermakna "negeri beras". Lantas, kok bisa negara Amerika Serikat —yang makanan pokoknya jelas bukan nasi— malah disebut negeri beras?

Sabtu, 25 Juli 2026

Mengapa bahasa Inggris hanya punya satu kata untuk nasi?

Oleh Gary Kramer / Photo courtesy of USDA Natural Resources Conservation Service., Domain Publik, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=24771075

Apa bahasa Inggrisnya nasi? Rice. Apa bahasa Inggrisnya beras? Rice juga!

Tahukah kamu, bahwa bangsa-bangsa pemakan nasi umumnya punya istilah yang berbeda untuk beras dan nasi, sedangkan bangsa-bangsa yang makanan pokoknya selain nasi tidak membedakan keduanya?

Jumat, 24 Juli 2026

Your Name: Sebuah Perkawinan Tradisi dan Modernitas


あの日・・・星が降った日。それはまるで、夢の景色のように、ただひたすらに・・ 美しい眺めだった 
Hari itu, hari ketika bintang berjatuhan. Semua terlihat seperti pemandangan di dalam mimpi. Tetapi begitu jelas, pemandangan yang begitu indah.

Entah sudah berapa kali saya menonton 君の名は。 atau Your Name, film animasi yang disutradarai 新海誠 (Makoto Shinkai) dan pertama kali tayang pada 2016 lalu. Your Name bercerita tentang kisah percintaan remaja, tapi ternyata tetap bisa ditonton (dan dinikmati) oleh orang yang sudah tidak lagi remaja. Visual yang memanjakan mata, lagu-lagu soundtrack yang memorable, kisah yang tidak cheesy, serta berbagai macam metafora dan simbol-simbol tradisional jepang membuat film ini bisa ditonton berkali-kali tanpa merasa bosan.

Kamis, 23 Juli 2026

Monetisasi merusak kesenangan berinternet


Sebagai seorang warga kabupaten yang orang-orang harus googling dulu untuk memastikan di mana letaknya dalam peta pulau Jawa, saya merasa cukup beruntung untuk bisa mengenal komputer pada saat kelas 5 SD —sekitar tahun 2004. Kala itu, masih banyak tempat rental komputer dan kursus komputer —suatu hal yang terdengar janggal hari ini.

Rabu, 22 Juli 2026

Bahasa membentuk pola pikir

 


"Astaga, Dompetku hilang!"

Kalimat menyeramkan itu terdengar sangat natural dalam bahasa Indonesia. Dalam ungkapan itu, subjeknya adalah dompet itu sendiri. Seolah-olah dompet tersebut menghilang begitu saja. Dan sialnya, itu pernah terjadi pada saya.

Selasa, 21 Juli 2026

Kukureya, Vozinya, dan lidah kita yang sering kecele


Kemarin, Senin, 21 Juli 2026 pukul 2 dini hari saya ikut nonton bareng (nobar) final piala dunia di sebuah kafe. Saya sempat curi dengar ada penonton mengomentari "Ini siapa sih pemain kribo. Oh Cucurella." Dia mengucapkannya sebagaimana pengucapan dalam bahasa Indonesia, cu-cu-rel-la. Mendengar itu, saya sempat ingin berkomentar tapi saya simpan saja dan tetap fokus ke layar besar di depan. Kejadian kecil saat nobar itu membuatku sadar: betapa seringnya kita salah mengucapkan (mispronounce) nama orang, tempat, atau istilah asing dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 19 Juli 2026

Mengapa Jepang?

 

Dokumentasi pribadi yang diambil di Stasiun Busan, Korea.

Suatu hari pada bulan Juli atau Agustus 2009, di salah satu ruang kelas SMAN 1 Tanjunganom, seorang guru muda masuk dan memperkenalkan diri. "Nama saya David. Kalian panggil saya David-sensei, ya." Dan itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan bahasa Jepang —melalui pelajaran muatan lokal (mulok).

Kamis, 16 Juli 2026

Berbagai insight baru setelah membaca ulang Around the World in 80 Days



Inilah tahun 1872.

Dunia telah berkembang dengan begitu pesat. Berbagai penemuan baru selama beberapa dasawarsa terakhir telah mengubah wajah dunia menuju modernitas dengan laju yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Mesin-mesin uap dengan efisiensi tinggi telah mengantarkan umat manusia menuju era revolusi industri, dan secara tak langsung juga menuju revolusi transportasi.

Senin, 13 Juli 2026

Bagaimana saya lulus seleksi Beasiswa LPDP


Foto yang diambil pada libur tahun baru 2018

Pada pertengahan tahun 2018, saya mengikuti wawancara dalam first screening program beasiswa Monbukagakusho (MEXT) Research Student 2019. Itu adalah tahap terakhir dalam seleksi beasiswa tersebut. Dari 120 orang yang diundang untuk mengikuti ujian wawancara di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, 60 orang akan diberangkatkan ke negeri sakura tersebut sebagai mahasiswa peneliti (research student) pada bulan April 2019 sebelum masuk ke program pasca-sarjana (S-2 maupun S-3). Itu adalah percobaan ke-2 saya dalam program tersebut dan saya gagal. Saya menangis sekencang-kencangnya. Hingga beberapa hari pun makan tak terasa enak. Sesuatu yang sudah saya persiapkan sejak 2017 ketika saya dinyatakan tidak lulus ujian tulis di program beasiswa yang sama.